Salam @ta, @spirasi nyata.
Perkenalkan namaku ikhwan wiranata. Disini aku ingin berbagi pengalaman tentang keberjalananku selama dua tahun d iunit. Banyak suka dan duka yang kualamin. Aku berharap apa yang kutulis nantinya dapat membentuk gambaran tentang prospek, keunggulan, kekurangan, dan perbaikan diunit.

Unit adalah Lingkar pergerakan yang ada untuk mewadahi minat dan bakat mahasiswa. Ada banyak unit di ITB ini. Dapat dibagi menjadi lima rumpun : Kesenian, Kajian, Olahraga, Bisnis, dan Teknologi. Adapun aku sendiri masuk kedua rumpun yakni kebudayaan dan teknologi. Hal yang ingin aku utarakan disini tentang Kebudayaan. Kalau kita melihat CORE BISNIS dari unit kebudayaan yang bukan dari jawa terletak di bagian Kebudayaan dan Asal Daerah, misalnya UKMR, UKM, UKSU dan lainnya. Kalau dilihat sekarang unit bisa dianggap sebelah mata oleh KM ITB didalam Arus Komando. Dimana massa unit merupakan massa himpunan dan suara unit tidak terwakili didalam Kongres ataupun di KM ITB. Disini aku sempat berpikir bahwa ranah unit ini berada di tingkat satu yang berarti dapat digunakan sebagai salah satu solusi utk pencerdasan massa TPB tanpa harus adanya senator TPB. Pembentukan unit sendiri bisa dibilang mudah dikarenakan hanya butuh jumlah massa yang menginginkannya dan apa yang mereka bisa buat. Maksudku ‘Yang bisa dibuat’ ini memiliki makna kegiatan apa yang ingin dilakukan dan realisasikan bisa berupa pagelaran, seminar, mentorship, dan lainnya. Sekarang kalau kita lihat Setiap unit berlomba2 untuk mengadakan pertunjukan/ seminar sebagai wujud eksistensi mereka kepada massa kampus dan ingin mewadahi orang yang ingin bergerak bersama mereka. Hal ini merupakan hal yang bagus, tetapi jangan sampai menimbulkan persaingan antar unit.

Pada bagian ini mungkin aku sedikit bercerita tentang perjalanan yang aku lakukakn dan pemaknaan yang aku inginkan selama keberjalanan tersebut. Hal ini mungkin subjektif dari akunya sendiri mungkin nanti aku akan menggambarkan dengan pandangan berbeda pula. Tujuan awal aku masuk unit adalah untuk keorganisasiannya, anggapanku bahwa unit bisa memnuhi kebutuhan tentang organisasi ku yang notebennya aku sendiri ketika SMA malas untuk bersosialisasi dan berfokus untuk masuk ke ITB. Seperti orang yang baru memulai, menemukan dan mempertanyakan keidealan yang aku inginkan ttg keorganisasian di unit tersebut. rasa kecewa timbul setelah proses kaderisasi yang kujalani dan dilanjutkan dengan setelahnya. Merasa bahwa aku tidak menemukan kenyamanan dibidang keunitan ini. Mungkin ini banyak faktor diantaranya aku gak ikut dibidang kesenianya, diantaranya : masih pemula, sendirian, bodoh akan keadaaan. Gak ada orang2 yang berkompeten untuk berusaha mencerdaskan yang lainnya. Akupun baru menemukan hal ini ketika diakhir semester kedua bahwa sebenarnya diunit ini banyak orang kompeten tetapi mereka gk showup dengan keunggulannya, harus aku dulu mencari dan bertanya kepada mereka tentang hal tersebut. Apalagi aku sangat kecewa ketika diriku sendiri dipersekusi secara terbuka dikarenakan tingkah laku yang menurutku itu masih didalam masa pembelajaran tapi dijegal untuk hal tersebut dan menurutku mahasiswa itu wajib salah dalam segala hal karena ketika mereka terjun di realitas  mereka akan kuat, keadaan kepantiaan yang diisi Orang itu saja, lingkar pertemanan yang ada dan tidak berusaha menggapai orang yang berada diluar jalur tersebut, akademik yang berantakan karena management yang belum pandai, hal-hal kekecawan yang  seperti itu membuatku harus bertanya  terhadapa diri sendiri KENAPA HARUS KEMBALI DAN MEMPERBAIKI. Apalagi hal yang kuketahui bahwa suatu kepanitian didalamnya diisi oleh arahan bawahanya bukan dari ketua. Tanggapanku tentang hal tersebut adalah jalan aja udah bagus, tetapi ada hal lain lagi  yang  membuatku paling kecewa bahwa ada orang yang bergerak selama ini didalam ternyata ingin berkaya diluar dan mungkin berpikir untuk tidak  memperbaiki yang ada saat ini. Aku pun gak dapat membatasi hal tsb toh urusan orang lain.

Sebenarnya hal diatas terjadi atas kekecewaan diawal dan tidak ada nih yang mengajak ngobrol dari awal tentang segalanya dan mungkin sistem kaderisasi belum sempurna. Hal-hal seperti ini akan berbeda dengan orang yang memaknai unit sebagai tempat yang menyenangkan, mendapat lingkaran tersebut, mengikuti kesenian, tidak dipersekusi, dan pemaknaan mereka tersebut sudah nyaman dengan apa yang ada dan kurang untuk mempertanyakan ttg keidealan dan keberjalanan yang ada. Mungkin berbeda ketika aku dipenuhi kebutuhannya dan adanya mentor2 untuk menjelaskan keadaan kampus, pasca kampus, Sharing session dan lainnya . Mungkin kesalahan ini ya dapat disebabkan karena Kenapa aku bodoh, tapi aku menyedari ketika bertemu orang gak tahu apa2, butuh ni pendekatan Top down untuk menyelesaikannya  dengan analisis terhadap angaktan yang terbentuk setelah kaderisasi tersebut.

Terakhir kepada teman2 ku yang ingin mencalonkan diri menjadi ketua. Banyak pertimbangannya sebenarnya, mungkin keresahan yang kutulis bisa menjadi platform teman2, Jangan maju hanya untuk mengambil sebuah jabatan, majulah karena teman2 memliki keinginan mulya untuk melakukannya bukan karena kebanggan diri ketika menjadi hal tersebut. karena pada keberjalananya tujuan awal lah yang bertahan saat badan dan pikiran telah tumpul karena keadaan. Dan aku ingin menantang teman2 untuk menyempurnakan masalah GAP, AD-ART, Kaderisasi pasif, analisis tiap angakatan baik dari karakteristik dan lainnya, dan coba untuk mengadaptasikan hal2 baru didalamnya misalkan Formatur PAB, Swasta, dan Rencana Jangka pendek dan panjang dari unit ini mungkin bisa dilihat dari popopenya. Sekian dan terimakasih kalau ada tanggapan bsia PC dan tanggapi.

" Sejatinya Investasi paling bermanfaat adalaah  adalah berinvestasi dari manusia, karena hal tersebut akan menciptakan roda kebaikan yang tidak akan putus."

Comments

Popular Posts